Boyolali – Polres Boyolali melalui Sat Intelkam melakukan monitoring
dan pendataan terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta gas
LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Boyolali, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan
yang dilaksanakan oleh Unit II (Ekonomi) tersebut bertujuan untuk
memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman serta
distribusi berjalan lancar tanpa hambatan.
Dari hasil pemantauan
di TBBM Teras Boyolali, diketahui stok BBM dalam kondisi mencukupi.
Untuk jenis Pertalite tercatat memiliki ketahanan hingga sekitar 7 hari,
Pertamax 8 hari, dan Solar hingga 13 hari. Seluruh distribusi BBM ke 25
SPBU di wilayah Boyolali juga dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala.
Selain
itu, untuk ketersediaan LPG 3 Kg, stok pada bulan April tercatat
mencapai 1.107.628 tabung. Penyaluran dilakukan melalui 3 SPBE dan 27
agen resmi yang tersebar di wilayah Kabupaten Boyolali.
Kapolres
Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, menegaskan bahwa hingga saat ini
tidak ditemukan adanya kelangkaan maupun pelanggaran dalam tata niaga
LPG subsidi di wilayah Boyolali.
“Secara umum stok BBM dan LPG 3
Kg dalam kondisi aman, dan distribusi berjalan lancar. Kami akan terus
melakukan monitoring guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap
terpenuhi,” ungkap Kapolres.
Polres Boyolali juga mengimbau
masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic
buying) serta tetap memanfaatkan BBM dan LPG sesuai kebutuhan.
Dengan
kondisi stok yang aman dan distribusi yang terkendali, diharapkan
stabilitas pasokan energi di wilayah Boyolali tetap terjaga dan mampu
mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

